1. Pemakaian Bahan Baku Sulit Dikontrol
Dalam produksi manual, penggunaan bahan baku sering:
- Tidak tercatat detail
- Dicatat setelah produksi selesai
- Tidak dibandingkan dengan standar kebutuhan
Akibatnya:
- Pemakaian bahan lebih boros
- Selisih stok sering terjadi
- Sulit mengetahui penyebab pemborosan
Tanpa data yang jelas, perusahaan tidak punya dasar untuk melakukan evaluasi.
2. Jadwal Produksi Tidak Terencana dengan Baik
Produksi tanpa sistem sering bergantung pada:
- Ingatan
- Komunikasi lisan
- Catatan terpisah
Hal ini menyebabkan:
- Produksi molor
- Pekerjaan menumpuk
- Lembur yang tidak direncanakan
Semua ini menambah biaya operasional tanpa disadari.
3. Kesalahan Produksi Sulit Dilacak
Ketika terjadi:
- Produk cacat
- Produksi ulang
- Keterlambatan pengiriman
Sering kali perusahaan kesulitan menjawab:
“Di tahap mana kesalahan terjadi?”
Tanpa pencatatan proses yang jelas, kesalahan yang sama berpotensi terulang dan terus menambah biaya.
4. Stok Barang Jadi Tidak Sinkron dengan Produksi
Produksi manual sering tidak terhubung langsung dengan data stok, sehingga:
- Barang sudah diproduksi tapi belum tercatat
- Stok terlihat ada padahal belum siap dijual
- Perencanaan penjualan menjadi tidak akurat
Hal ini berdampak langsung pada pelayanan ke customer dan arus kas perusahaan.
5. Manajemen Sulit Melihat Biaya Produksi Sebenarnya
Tanpa sistem, biaya produksi sering tersembunyi di berbagai pos:
- Bahan baku
- Tenaga kerja
- Lembur
- Produksi ulang
Manajemen hanya melihat hasil akhir, tanpa tahu:
- Biaya per produk
- Efisiensi tiap proses
- Potensi penghematan
Sistem Produksi Membantu Mengontrol Biaya
Dengan sistem produksi yang terstruktur dan terintegrasi, perusahaan dapat:
- Menentukan kebutuhan bahan baku secara jelas
- Mengontrol proses produksi dari awal hingga akhir
- Mencatat hasil produksi secara real-time
- Menghubungkan produksi dengan stok dan penjualan
Sistem membantu perusahaan melihat data, bukan sekadar perkiraan.
Dampak Positif untuk Bisnis
Ketika produksi dikelola dengan sistem:
- Pemborosan bisa ditekan
- Proses lebih terencana
- Kesalahan mudah dievaluasi
- Biaya lebih terkendali
- Keputusan bisnis lebih akurat
Produksi tidak hanya berjalan, tetapi terkontrol dan efisien.
Produksi yang masih dikelola secara manual sering menimbulkan pemborosan biaya tanpa disadari. Tanpa sistem yang jelas, perusahaan kesulitan mengontrol bahan baku, proses, hingga hasil produksi. Dengan pendekatan sistem produksi yang terintegrasi, perusahaan dapat mengelola produksi secara lebih rapi, efisien, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Jika perusahaan Anda mulai merasakan biaya produksi yang sulit dikontrol atau proses produksi yang kurang efisien, inilah saat yang tepat untuk mempertimbangkan solusi yang lebih terstruktur. Alphasoft membantu perusahaan membangun sistem produksi yang terintegrasi dengan stok dan penjualan, sehingga proses produksi dapat berjalan lebih terkendali, transparan, dan mendukung perkembangan bisnis secara berkelanjutan.
Biaya Produksi Membengkak Tanpa Disadari, Kenapa Bisa?